Penulis Redaksi
PelajarJATIM
Dua siswa SMP Negeri 1 Dringu berhasil membawa nama Kabupaten Probolinggo dalam ajang Olimpiade IPS dan Bahasa Indonesia tingkat Jawa Timur. Kompetisi tersebut berlangsung di SMA Negeri Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (18/4/2026).
Prestasi membanggakan diraih Amelia Dwi Amanda yang berhasil menempati posisi juara pertama dalam Olimpiade IPS se-Jawa Timur. Sementara itu, Qari Fadil Firjatulah turut mencatatkan hasil gemilang dengan meraih juara kedua pada Olimpiade Bahasa Indonesia.
Keberhasilan kedua siswa tersebut menjadi capaian positif bagi SMP Negeri 1 Dringu sekaligus menambah catatan prestasi pendidikan Kabupaten Probolinggo di tingkat provinsi. Kemampuan mereka menunjukkan bahwa pelajar daerah mampu bersaing dalam kompetisi akademik bersama peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Like Lidyawati, memberikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Amelia dan Qari. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
“Luar biasa dan sangat membanggakan bagi kita, khususnya bidang pendidikan dan kebudayaan. Anak-anak kita mampu menunjukkan prestasi terbaiknya dalam olimpiade tersebut,” ujar Like.
Ia juga mendorong para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan berbagai kesempatan kompetisi sebagai sarana mengasah potensi. Menurutnya, keberanian mengikuti ajang akademik dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan mereka.
“Selamat untuk anak-anakku semuanya. Teruslah berlatih dan bersemangat dalam meraih prestasi. Ikuti semua ajang yang ada, karena kami sangat bangga dengan kalian,” tambahnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo juga menegaskan komitmennya untuk mendukung sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pembinaan secara berkelanjutan serta keterlibatan dalam berbagai kompetisi menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang unggul.
Like menilai peran guru pembimbing tidak kalah penting dalam proses tersebut. Pendampingan guru dapat membantu siswa memperoleh arahan serta materi yang sesuai dengan kebutuhan kompetisi.
“Kami selalu mensupport semua sekolah agar mampu mengembangkan potensi siswa. Peran guru pembimbing juga sangat penting dalam memberikan arahan dan materi yang relevan,” jelasnya.
Apresiasi tersebut juga disertai pesan bagi siswa yang belum berhasil memperoleh juara. Like mengingatkan agar hasil kompetisi tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Sebaliknya, pengalaman mengikuti perlombaan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Bagi yang belum berhasil, tetap semangat untuk terus belajar dan berlatih. Prestasi bisa diraih dengan kerja keras dan konsistensi,” tuturnya.
Capaian Amelia dan Qari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Kabupaten Probolinggo. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dengan latihan, pembinaan, dan dukungan yang berkelanjutan, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
